Software untuk UMKM Indonesia.

ADTASI membangun alat kerja yang terjangkau dan tidak ribet untuk pemilik usaha. Dibuat oleh orang yang juga mengurus usahanya sendiri setiap hari.

Tiga produk
Aditya Putra Irawan, founder ADTASI

Halo, saya Aditya.

Sehari-hari saya mengurus beberapa usaha sendiri, dari toko sampai jasa. Jadi saya tahu rasanya jadi pemilik yang tiap hari memikirkan operasional, karyawan, sampai hal-hal kecil yang kadang bikin pusing.

Pendidikan saya S1 dan S2 Informatika. Buat saya itu bukan gelar untuk dipajang, melainkan alat. Saya ingin alat itu terpakai untuk membantu sesama pengusaha, supaya terbantu oleh teknologi, bukan malah ketinggalan.

Aditya Putra IrawanFounder, ADTASI

Basis
Yogyakarta, Indonesia
Pendidikan
S1 & S2 Informatika
Sehari-hari
Mengelola beberapa usaha sendiri

Teknologi seharusnya membuat hidup lebih mudah, bukan lebih pusing.

Tiga hal yang membuat ADTASI ada.

Apalagi untuk pemilik UMKM, yang energinya sudah habis untuk mengurus usaha sehari-hari.

  • Software bagus tidak harus mahal.

    UMKM bukan startup yang mendapat pendanaan. Setiap rupiah dihitung. Alat yang saya bangun harus terjangkau, bukan SaaS jutaan rupiah per bulan.

  • UMKM layak mendapat yang terbaik.

    Alat untuk UMKM tidak boleh kalah dari alat korporat. Tampilan yang rapi, performa cepat, dan fitur yang relevan adalah hak semua pengusaha, bukan hanya yang besar.

  • Dibuat di Indonesia, untuk Indonesia.

    Masalah UMKM Indonesia berbeda. WhatsApp adalah etalase. Bahasa daerah terdengar wajar. QRIS, bukan Stripe. Saya membangun yang nyambung dengan kenyataan di sini.